BERGERAK

20 04 2008

Oleh: Rhenald Kasali

Bergerak

“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).”

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, “ChaNge”. Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. “Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya. Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.

Saya ulangi pesan Saya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.” Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!” Saya mengatakan, “Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:

“Saya pikir Bapak cuma main-main …………”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu …..”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya….”
“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…..”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang………”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…”
dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah. Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai “gila” nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. “Gila aja….ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit…..”. Lantas, apa yang kamu maksud ‘sakit’?”

“Orang ‘sakit’ (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari…..,” katanya penuh semangat.” Saya pun mengangguk-angguk.

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

(dari berbagai sumber)

Advertisements




KIAT MEMULAI USAHA

31 03 2008

1. START WITH A DREAM

Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started : Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.

 

2. LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES
Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Enthusiastism and Persistence : Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.


3. LEARN THE BASICS OF BUSINESS
Pelajarilah fundamental business. “BEYOND THE “BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY”: Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah guru yang baik.


4. WILLING TO TAKE CALCULATED RISKS
Ambillah resiko. The Gain that you will be able to achieve is directly proportional to the risk taken : Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan
kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan “entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.

5. SEEK ADVICE, BUT FOLLOW YOUR BELIEF
Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.

6. WORK HARD, 7 DAY A WEEK, 18 HOURS A DAY
Kerja keras. Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Melamunkan dan
memimpikan kerjanya.

7. MAKE FRIENDS AS MUCH AS POSSIBLE
Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.


8. DEAL WITH FAILURES
Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah !

9. JUST DO IT, NOW!
Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita.

 (dari berbagai sumber)

 





DELEGASI TUGAS? WHY NOT….

28 02 2008

Anda pasti sering mendengar istilah ini: PENDELEGASIAN.
Pendelegasian ini sangat penting di semua tingkatan organisasi, baik
bisnis maupun sosial; dan sebaiknya dipelajari oleh siapapun, yang
ingin menjadi PEMIMPIN YANG BERHASIL. Pendelegasian ini merupakan
sarana manajemen terbaik, yang tersedia bagi eksekutif. Tetapi, kita
bahkan sering mendengar berita tentang eksekutif perusahaan yang
tidak dapat mendelegasikan tugas.

Jika TIDAK ADA PENDELEGASIAN dalam suatu organisasi atau perusahaan,
sehingga organisasi ini sepenuhnya berpusat pada ENERGI SATU ORANG,
maka akibatnya adalah, organisasi ini akan menjadi KAKU, BERAT, dan
LAMBAN BERAKSI. Dan, tidak ada unsur aktif progresif dalam strategi
manajemennya yang memprediksi masa depannya. Pada gilirannya,
organisasi atau perusahaan ini menjadi terhambat, tertatih-tatih
berjalan, dan akhirnya menyerah pada penurunan ekonomi secara tragis!

Mengapa kita harus mendelegasikan tugas? Manfaat pendelegasian ada
dua, yaitu membantu pimpinan atau manajer untuk menjadi efisien dan
efektif, serta sangat penting bagi pengembangan potensi pegawai
bawahannya. Sehingga kekuatan serta efisiensi perusahaan secara
keseluruhan akan meningkat!

Pendelegasian yang berhasil, akan mengurangi tuntutan bawahan atas
waktu Anda, dan memaksa mereka untuk lebih banyak membawa solusi
kepada Anda. Sehingga Anda memperoleh banyak waktu dan kesempatan
untuk berpikir, merenungkan, dan membuat rencana.

Seni mendelegasikan menggambarkan kepercayaan bawahan Anda, bahwa
mereka dapat menyelesaikan pekerjaannya. Pendelegasian ini juga
memberikan manfaat bagi bawahan Anda. Jika mereka belajar bahwa Anda
percaya kepada mereka, bahwa Anda memberikan peluang untuk tumbuh
dan diakui; maka mereka akan bangkit untuk memenuhi pengharapan Anda.

Demikian juga, kegigihan Anda memotivasi agar mereka menghadapi
setiap tantangan, belajar untuk mendefinisikan masalah dengan tepat,
mencari akar dari persoalan, mencari pemecahan terbaik, dan
menyajikannya kepada Anda lengkap dengan rencana tindakan mereka…ini
merupakan LATIHAN MANAJERIAL TERBAIK bagi mereka. Tindakan
pendelegasian dapat memperluas ketrampilan dan pengalaman bawahan
Anda! Anda dapat membuat mereka menjadi lebih bernilai bagi dirinya
sendiri dan organisasi atau perusahaan.

Sebenarnya tindakan mendelegasikan tugas itu cukup sederhana. Yang
penting Anda ketahui, ada 4 (empat) langkah dasar dalam proses
pendelegasian, sebagai berikut:

1. Memilih bawahan

Siapa yang memiliki, atau dapat memiliki semua
data yang perlu untuk mengerjakan pekerjaan? Apakah dia memiliki
kemampuan untuk menangani masalahnya? Apakah Anda yakin dapat
berharap, bahwa orang yang Anda beri tugas itu bisa berhasil?

2. Saling menyetujui hasil akhirnya

Anda tidak akan memboroskan aktu dalam pembicaraan hal ini. Harus ada pengertian penuh dari semua pihak mengenai sasaran yang diinginkan, dan penjelasan
bagaimana sasaran itu akan diukur. Tetapi rincian mengenai cara
bagaimana tugas itu akan diselsesaikan, sebaiknya diserahkan kepada
bawahan, selama masih berada dalam batasan pedoman dan kebijakan
perusahaan.

3. Memberikan wewenang dan sarana untuk menyelesaikan tugas

Tantangannya terletak pada kepastian, bahwa individu cukup wewenang
untuk menyelesaikan tugas secara proporsional. Tetapkan batas
bidang, dimana individu bebas untuk bertindak sendiri, dan sediakan
cukup dana, sumberdaya manusia, serta waktu untuk menyelesaikan
pekerjaan. Tetapkan koordinasi yang Anda perkirakan perlu, dan
pastikan bahwa semua yang berkepentingan diberitahu dengan jelas
mengenai hal ini.

4. Memantau tugas penting

Anda harus lebih banyak memeriksa tugas ang Anda berikan, daripada memeriksa orangnya! Anda bebas erkeliling untuk memantau bawahan Anda, tetapi berkonsentrasilah ada usaha untuk menemukan kekuatan dan keberhasilan. Tidak mudah mengomel atas terjadinya kesalahan dan kelemahan kecil! Anda sedang
dalam proses untuk membangun kepercayaan dan saling percaya, dan hal
ini memerlukan pemusatan perhatian pada segi positif dari sumberdaya
manusia Anda.

Melalui Seni MENDELEGASIKAN TUGAS ini, Anda dapat menyediakan IKLIM
yang menumbuhkan RASA SALING PERCAYA dan pertumbuhan yang MEMUPUK
MOTIVASI setiap pegawai Anda.

Apakah Anda dapat membayangkan EFISIENSI dan PRODUKTIVITAS setiap
divisi di perusahaan Anda, dimana setiap orang di dalamnya mampu
menangani masalah – seakan-akan itu masalahnya sendiri, dan berusaha
untuk memenuhi standar lebih tinggi, serta merasa dirinya seorang
pemenang?

dari berbagai sumber





Rumah Sehat

2 02 2008

RUMAH SEHAT, MANUSIA SEHAT

Sekitar dua pertiga kehidupan manusia dihabiskan di dalam rumah. Di kota-kota besar pun, yang mobilitas manusianya sangat tinggi dan kuantitas keberadaannya di rumah minim, rumah memegang peranan penting sebab disanalah manusia berlindung, bersosialisasi, dan membina keluarga. Oleh sebab itu, kualitas kesehatan rumah harus diperhatikan agar rumah berfungsi sempurna sesuai dengan kebutuhan.

SIRKULASI

Sirkulasi merupakan area pergerakan yang penting dan paling sering dilalui penghuni. Meskipun hanya digunakan sebagai “jalur untuk lewat”, keamanan sirkulasi perlu dipertahankan dengan cermat karena kecelakaan dalam rumah paling sering terjadi di area sirkulasi seperti koridor atau tangga yang disebabkan kurangnya pencahayaan, adanya penghalang, atau licin.

Beberapa tips mengenai sirkulasi :
• Lebar minimal 90 cm untuk membuat dua orang berpapasan, terutama tangga.
• Bebas dari benda penghalang.
• Penerangan yang cukup, terutama tangga.
• Jarak antar furniture 60 cm.
• Pada setiap sirkulasi, hendaknya memiliki jenis lantai yang sama. Hindari material yang berbeda, misalnya setengah lantai kayu setengah keramik.
• Bebaskan area sirkulasi dari sisi atau ujung furniture yang tajam.

PENGUDARAAN

Seperti halnya manusia, rumah pun perlu bernafas sehingga manusia sebagai penghuni dapat bernafas dengan baik pula. Udara bersih dan sehat sudah selayaknya didapatkan dalam rumah sehingga menciptakan energi serta kesehatan yang baik.

Polusi udara dalam rumah dapat disebabkan dua aspek. Pertama, masuknya udara kotor dari luar rumah ke dalam rumah. Bila lokasi rumah berada di kawasan perkotaan yang padat serta minim unsur penghijauan, hendaknya rumah menghindari masuknya udara luar dengan mengganti sistem ventilasi. Misalnya dengan menanam tanaman di sekitar dan dalam rumah sebagai filter dan buffer, menggunakan fan sebagai sumber pergerakan udara, atau bahkan air conditioning bila mendesak diperlukan.

Kedua, polusi udara yang disebabkan dari dalam rumah itu sendiri, misalnya material bangunan, kondisi rumah, dan lain-lain. Polusi udara kedua ini dapat dikontrol sejak tahap desain hingga pembangunannya.

Beberapa tips menghindari atau mengurangi polusi udara dalam rumah :
• Hindari merokok dalam rumah, sebab asap rokok tidak hanya beterbangan di udara, namun juga menempel pada kain dan furniture hingga menimbulkan bau tidak sedap.
• Buka jendela lebar-lebar setiap pagi untuk mendapatkan udara segar alami. Akan lebih baik jika terdapat dua buah bukaan dalam satu ruang sehingga diperoleh cross ventilation.
• Gunakan exhaust fan dalam ruang agar udara di dalam ruang dapat berganti secara berkala terutama untuk ruang tertutup seperti toilet dan ruang lain yang tidak berjendela. Bersihkan fan secara teratur.
• Gunakan material natural semaksimal mungkin, terutama cat dinding dengan berbahan dasar air.

PENCAHAYAAN

Pencahayaan atau penerangan adalah salah satu unsur yang berpotensi besar dalam menyehatkan manusia. Tidak saja berguna untuk kesehatan fisik namun juga untuk kesehatan psikologis, karena cahaya terang akan memberikan efek menyenangkan dan energik. Sedangkan cahaya temaram membuat ritme menjadi lambat dan rileks.

Cahaya yang paling baik adalah yang berasal dari sinar matahari, dimana untuk daerah tropis terjadi antara pukul 7 hingga 10 pagi. Di dalam rumah, kita mendapatkan sinar matahari melalui jendela rumah dan bukaan. Tidak sulit untuk menciptakan penerangan alami untuk sebuah rumah sederhana. Dalam satu ruangan, minimal 20% dari luas lantai sebaiknya dibuat bukaan masuknya pencahayaan alami.


123469_11.jpg

Beberapa tips mengenai pencahayaan:
• Beri bukaan penuh pada sisi rumah yang menghadap timur untuk mendapatkan sinar matahari yang sehat.
• Bukalah jendela lebar-lebar terutama pagi hari dan singkap tirai semaksimal mungkin.
• Gunakan kaca untuk memantulkan sinar matahari di ruangan yang sempit dan gelap.
• Ciptakan atrium atau kaca di bagian atap rumah untuk menangkap sinar matahari yang mampu menerangi seluruh rumah.
• Hindari penggunaan kaca berwarna untuk jendela, karena akan mengurangi intensitas cahaya yang masuk.

Beberapa tips diatas mungkin cukup dijadikan sebagai bahan referensi pada saat mengatur dan menata rumah Anda. Sebagai sebuah keluarga, rasanya tidak ada lagi tempat yang senyaman rumah sendiri, jika diatur sesuai selera dan kebutuhan pribadi. Home sweet home…. (kompilasi dari berbagai sumber)





KEY of SUCCESS ala Donald Trump in 2008

3 01 2008

Kunci Sukses Menurut Donald Trump

Meskipun istilah “think big” ini sering lewat di kuping kita, tapi memang harus diingatkan terus. Apalagi kalau orang yang mengingatkannya adalah dari pelakunya sendiri. Sudah proven.Think big.

Think big.

Think big.

But, act small first…
Silakan dibaca tulisan asli dari sang maestro property di bawah ini:

To make 2008 your most successful year ever . . . Think big!

When you were a child, would you have liked to keep crawling, when everyone else was walking? I don’t think so. We all have to start with small steps, but the point is:

Get to the biggest steps you’re capable of taking.

Thinking small will limit your potential. Thinking big will take you places. Thinking big can get you to the top, and I can tell you, it’s not lonely up here.

Successful people like challenges. It’s our nature. Keep in sync with this basic premise, and you’ll begin moving forward with the momentum necessary for great achievement.

Striving from an early age is one secret to success. I learned to work hard from an early age, trying to catch up with my father who was a very successful developer. But you can keep striving no matter what your age or accomplishments.
These three concepts will guide you:

1. Ask yourself why your plans are so small. Then begin to expand your horizons.

2. Concentrate on managing your future, not your past. Learn from the past, but don’t stay there.

3. Look at the solution. Don’t focus on the problem.
The faculty and staff of Trump University join Donald J. Trump in wishing you the most successful year ever.

Tambahan 20 Tips Sukses Pilihan dari Donald Trump. Ini dia:

1. Think big

2. Be positive

3. Follow your passion

4. Learn something new every day

5. Listen to your gut

6. Be patient

7. Put a great team behind you

8. Put beauty in everything you do

9. Learn to negotiate, because everything you want demands it

10. Always go for the biggest win possible

11. Invest in real estate because it is the best investment there is

12. Take risks

13. Be audacious and get into the public eye

14. Be your own brand

15. Enjoy doing some work seven days a week and on vacations*

16. Say no

17. Get out of your comfort zone

18. Be stubborn when necessary

19. Always have a Plan B

20. Never settle for second best
* tips nomor 15 itu yang masih berat untuk saya praktekkan….

semoga bermanfaat

ACT Enthusiastic, and you’ll be enthusiastic





Guide to Survive in 2008

28 12 2007

Kini, kita sudah berada di penghujung tahun 2007, banyak pengalaman yang alami dan hikmah yang kita petik selama ini. Dan rasanya tidak berlebihan juga kalau kita mempunyai resolusi baru dalam menyongsong babak baru dalam perjalanan hidup kita. Tentunya untuk menjadikan diri kita lebih bermakna dan punya nilai. Tapi pernahkah Anda merasa segala sesuatunya itu berat untuk dijalankan, bahlan untuk resolusi yang kita buat sendiri? Mungkin belum tahu caranya? Mungkin kurang percaya diri? Siapa tahu beberapa tips berikut ini cocok buat kita jadikan pedoman…..

1. TERBUKA

Saatnya membuka mata, otak, dan hati menatap lembaran baru di tahun baru. Manfaatkan rekan di kantor atau lingkungan kita sebagai jendela informasi. Informasi ini akan membantu kita untuk mengambil sikap. Pelajari juga orang-orang di sekitar kita. Jangan pula ragu untuk membuka hati saat menerima kritik dan saran.

2. BELAJAR DARI SETIAP ORANG

Banyak hal yang dapat dipelajari di lingkungan kita, baik di personal life maupun profesional. Lihat mereka, pelajari keputusan, leadership style, kesuksesan-kegagalan, dan cara mereka solve the problem. Ditambah sedikit mengobrol yang asyik, mereka ibarat open book yang siap dipelajari.

3. MEMBIASAKAN DIRI TERHADAP PERUBAHAN

Perubahan itu ibarat seseorang yang sedang sakit dan dipaksa dicekoki berbagai macam obat supaya lekas sembuh. Kalau Anda enggan mengikuti perubahan dalam dunia yang terus berputar, maka bersiaplah untuk terpelanting keluar putaran. Be flexible, stretch our comfort zone.

4. RELATIONSHIP

Di jaman seperti ini, jaringan sosial menjadi aset yang amat sangat berharga. Sambil menjalin hubungan baik dengan jaringan lama, Anda harus membuat social networking yang baru. Sydney Jourard dalam buku Maximum Achievement yang dikutip oleh Brian Tracy dikatakan “Most of your joy in life comes from your happy relationships with other people, and most of your problems in life come from unhappy relationships with them. Most of your problems in life are people problems.”

So, r u ready? 





Hello world!

26 12 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!